Nama : Istiqomah Tya D. P.
NIM : 21040111130075
Kelompok : 20
Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi
Kehidupan perkotaan sekarang ini banyak menyumbang pengaruh negative terhadap lingkungan, salah satunya adalah perubahan iklim. Hal ini disebabkan karena tidak tertatanya kota dengan baik sehingga energi yang digunakan terlalu besar. Sebuah kota yang tidak terencana dalam pembangunannya seperti sarana transportasi dan lokasi industri akan menyulitkan penduduk kota tersebut dalam beraktivitas. Jika lokasi pemukiman penduduk jauh dari lokasi industri maka akan memerlukan energi lebih banyak bagi penduduk kota tersebut ketika akan bekerja.
Indonesia merupakan negara dimana terdapat kota-kota yang sudah terlanjur tidak terencana dalam pembangunannya, seperti Jakarta. Apabila menata kembali kota tersebut maka akan sulit, oleh karena untuk mengatasinya perlu upaya agar penataan yang diberikan nantinya tidak memperburuk keadaan. Upaya yang diberikan haruslah dapat mengatasi masalah yang ada bukan malah menambah masalah. Sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi penduduknya.
Perubahan iklim sekarang ini disebabkan oleh adanya global warming. Hal ini berawal dan berakhir dari kota, karena semakin kota itu tidak diperhatikan dalam penggunaan lingkungan maka akan menyebabkan akibat yang akan dirasakan oleh kita sendiri. Borosnya penggunaan energi dapat dikurangi dengan penghematan dan teknologi transportasi yang ramah lingkungan.
Kritik :
Konsep yang dianjurkan dalam artikel ini sangat bermanfaat untuk pembangunan sebuah kota. Penataan kota harus dilakukan dengan mempertimbangkan semua yang ada. Dalam artikel diberikan pedoman yang baik dalam melakukan suatu penataan kota yang hemat energi.
Sumber :
Nugroho,Iwan. 2011. Boediono:Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi. http://www.detiknews.com/read/2011/10/03/154521/1735674/10/boediono-penataan-kota-yang-baik-kurangi-penggunaan-energi. Diunduh pada tanggal 5 Oktober 2011
Nama : Putri Nurpratiwi
NIM : 21040111130032
Kelompok : 20
Kota yang Baik adalah Kota yang Mengurangi Penggunaan Energi
Penataan kota yang buruk sesungguhnya member pengaruh negatif terhadap perubahan iklim yang terjadi di bumi. Oleh karena itu, kota perlu ditata dengan baik agar dapat mengurangi penggunaan energi yang berlebihan.
Bapak Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia, beberapa waktu lalu yang tepatnya tanggal 3 September 2011, usai peringatan Hari Habitat di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa penataan kota yang baik adalah yang dapat mengurangi penggunaan energi. Kalau tatann kotanya sedemikian rupa sehingga tempat kerja dan tempat tinggal itu begitu jauh tentu akan memerlukan energi yang banyak.
Boediono menambahkan bahwa borosnya penggunaan energi dapat dikurangi dengan penghematan dan transformasi teknologi ramah lingkungan. Indonesia sesungguhya kaya akan variasi energi, namun energi yang saat ini banyak digunakan seperti BBM dan batu bara belum ramah lingkungan.
Kritik :
Apa yang telah diungkapkan oleh Boediono memang sangat benar, namun seharusnya beliau benar-benar melakukan tindakan konkrit yang dilaksanakan karena apabila penggunaan energi terus digunakan dengan sesukanya pasti sesegera mungkin akan terjadi dampak buruk pada kehidupan manusia.
Tindakan yang harus dilakukan tidak harus dalam sekejap berhasil. Semuanya perlu dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal. Pemerintah seharusnya mulai melakukan perubahan sedikit demi sedikit. Memang tugas pemerintah itu tidak sedikit, namun itu adalah kewajiban yang harus pemerintah lakukan. Perbaikan dari segala aspek agar Indonesia semakin maju.
Selain demi kepentingan bangsa, perubahan pun memang harus dilakukan agar dunia menjadi semakin baik. Cuaca yang tidak menentu akibat pemanasan global harus segera ditangani dengan perubahan-perubahan yang konkrit.
Sumber :
Nugroho,Iwan. 2011. Boediono:Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi. http://www.detiknews.com/read/2011/10/03/154521/1735674/10/boediono-penataan-kota-yang-baik-kurangi-penggunaan-energi. Diunduh pada tanggal 5 Oktober 2011
Nama : Tiara Kurnia Candra
NIM : 21040111130054
Kelompok : 20
Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi
Tidak bisa dipungkiri, kehidupan perkotaan menyumbang pengaruh negatif yang cukup besar terhadap perubahan iklim (climate change). Karena itu, kota harus ditata dengan baik sehingga dapat mengurangi penggunaan energy berlebihan. Menurut Boediono, ada kota yang terlanjur tidak terencana, tidak terkecuali Jakarta. Menata kota seperti itu sangat rumit. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab masalah yang dihadapi akan semakin menumpuk.
Apabila kota ditata sedemikian rupa dan dengan berbagai macam pertimbangan matang, maka energi yang dikeluarkanpun akan berkurang. Sebaliknya apabila kota tidak ditata dengan baik, jarak dari tempat satu ke tempat yang lain sangat jauh dan tidak dapat ditempuh dengan mudah, otomatis penggunaan energi akan bertambah banyak berkali-kali lipat.
Begitu kita menganggap given maka problemnya akan makin memburuk dan berlipat-lipat dalam waktu beberapa tahun ke depan, jadi harus ada upaya jangka pendeknya menata yang sudah terlanjur dan menjaga jangan sampai yang baru-baru itu mengarah pada pola yang lama yang tidak baik.
Wakil Presiden Boediono meminta kerjasama semua pihak dalam menata kota Jakarta dan kota-kota sekelilingnya. Perencanaan kota atau urban planning itu termasuk di dalamnya perbaikan sarana transportasi dan lokasi industri. Selain menata kota, menurut Boediono, borosnya penggunaan energi dapat dikurangi dengan penghematan dan trasformasi teknologi ramah lingkungan. Indonesia kaya dengan variasi energi, namun energi yang baik BBM maupun batu bara belum ramah lingkungan.
Kritik:
Menurut saya, artikel ini sangat bermanfaat, khususnya untuk mahasiswa teknik perencanaan wilayah dan kota. Artikel ini memaparkan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan bagi seorang calon planner masa depan dalam membangun kotanya. Bapak Budiono disini menjelaskan akibat-akibat apa saja yang akan timbul apabila kota tersebut tidak ditata secara teratur dan terencana. Salah satunya adalah penggunaan energi yang berlebihan.
Artikel ini berisi pemaparan yang tepat sasaran pada permasalahan yang sedang marak di masyarakat. Tetapi, alangkah lebih baik lagi apabila artikel tersebut ditambahkan beberapa solusi yang kongkrit mengenai bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Apabila ditambahkan sedikit bagian ini, maka pembaca akan tergerak hatinya untuk peduli terhadap kondisi kotanya sendiri, dan hal tersebut pasti dapat lebih meningkatkan perbaikan perencanaan kota.
Sumber :
Nugroho,Iwan. 2011. Boediono:Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi. http://www.detiknews.com/read/2011/10/03/154521/1735674/10/boediono-penataan-kota-yang-baik-kurangi-penggunaan-energi. Diunduh pada tanggal 5 Oktober 2011
Nama : Anindya Metta Pratiwi
NIM : 21040111060039
Kelompok : 20
PENATAAN KOTA YANG BAIK MENGURANGI PENGGUNAAN ENERGI
Kehidupan perkotaan menyumbang pengaruh negatif yang cukup besar terhadap perubahan iklim. Karena itu, kota harus ditata dengan baik sehingga dapat mengurangi penggunaan energi yang berlebihan. "Penataan kota yang baik itu akan mengurangi penggunaan energi. Kalau tata kotanya demikian rupa sehingga tempat kerja dan tempat tinggal itu begitu jauh, ya, tentu akan memerlukan energi yang banyak," kata Wakil Presiden Boediono. Hal itu disampaikan Boediono saat ditemui usai Hari Habitat di Kantor Wakil Presiden Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2011). Menurut Boediono, ada kota yang terlanjur tidak terencana, tidak terkecuali Jakarta. Menata kota seperti itu sangat rumit. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab masalah yang dihadapi akan semakin menumpuk. "Begitu kita menganggap maka problemnya akan makin memburuk dan berlipat-lipat dalam waktu beberapa tahun ke depan, jadi memang harus ada upaya jangka pendeknya menata yang sudah terlanjur dan menjaga jangan sampai yang baru-baru itu mengarah pada pola yang lama yang tidak baik," papar dia. Boediono meminta kerjasama semua pihak dalam menata kota Jakarta dan kota-kota sekelilingnya. Perencanaan kota atau urban planning itu termasuk didalamnya perbaikan sarana transportasi dan lokasi industri.
KRITIK:
Saya setuju dengan pendapat Bapak Boediono yang mengatakan bahwa kita harus mengambil tindakan jangka pendek untuk menaggulangi masalah-masalah yang akan muncul selanjutnya. Kita harus mengelola dengan sebaik-baiknya. Selain itu, borosnya penggunaan energi dapat dikurangi dengan penghematan teknologi ramah lingkungan. Sayangnya, di Indonesia masih menggunakkan bahan yang tidak ramah lingkungan seperti BBM. Untuk itu, ini merupakan tugas kita semua untuk mencari penyelesaian agar lebih menghargai lingkungan dengan hemat energi.
Sumber :
Nugroho,Iwan. 2011. Boediono:Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi. http://www.detiknews.com/read/2011/10/03/154521/1735674/10/boediono-penataan-kota-yang-baik-kurangi-penggunaan-energi. Diunduh pada tanggal 5 Oktober 2011
Nama : Mohd. Abi Rafdi
NIM : 21040111130028
Kelompok : 20
PENTINGNYA SEBUAH PERENCANAAN KOTA DI KAWASAN KOTA BESAR YANG MEMAKAI ENERGI MELEBIHI KAWASAN SEKITARNYA
Permasalahan kota adalah permasalahan yang riskan. Semua aktivitas kita dilakukan di sebuah kota. Jika kota tersebut sudah memiliki banyak masalah seperti pencemaran udara, polusi alat transportasi, kemacetan, pemborosan energi, apakah kita nyaman tinggal di daerah seperti itu. Permasalahan inilah yang kini menghampiri kota-kota besar yang ada di Indonesia. Ditengah pesatnya pertumbuhan penduduk, fasilitas kota tumbuh dengan lambat mengiringinya. Sehingga, muncul beberapa masalah yang semakin membuat kota menjadi tidak nyaman lagi untuk ditinggali.
Permasalahan seperti ini merupakan masalah yang berat bagi setiap pemerintah kota. Salah satu yang paling berat adalah pemakaian energi yang berlebihan di kota-kota besar. Akibatnya terjadi pemborosan energi besar-besaran yang selama makin lama semakin tidak dapat dikendalikan ,andaikan kota dapat dibangun dengan perencanaan yang matang pasti permasalahan ini tidak akan mungkin terjadi. Kita bisa melihat kota-kota besar di Eropa. Kota-kota tersebut dibangun dengan perencanaan yang matang. Sehingga masalah kota, seperti macet, pemborosan energi, dan hal-hal sebagainya dapat ditemukan solusinya sebelum permasalahan tersebut semakin parah.
Begitu pentingnya sebuah perencanaan kota di kawasan kota besar maka akan mengurangi energi yang melebihi kawasan di sekitarnya. Pembangunan tempat kerja yang dapat dicapai tanpa menggunakan kendaraan yang dapat menimbulkan polusi contohnya. Permasalahan seperti inilah yang terjadi di setiap kota besar di Indonesia saat ini. Bayangkan saja polusi yang terjadi setiap harinya, karena hanya perencanaan dan penataan kota yang salah.
Pemerintah daerah sebenarnya sudah mencarikan solusi untuk masalah ini. Tapi, pemecahan masalah ini membutuhkan proses yang lama dan bertali-tali. Semua masalah memiliki keterkaitan. Maka dari itu, satu masalah selesai, masalah barupun muncul lagi. Sehingga menyulitkan pemerintah dalam pemecahan kasus ini.
KRITIK :
Pemerintah mestinya harus bergerak lebih cepat, sebelum masalah kota semakin merusak alam . Dengan bekerja lebih cepat dan tidak pernah lelah mengatasi masalah yang mucul yang semakin mengganggu kenyamanan tinggal di kota tersebut. Di samping bergerak cepat, pemerintah harusnya bersikap lebih tegas terhadap perusak alam, pencemar lingkungan dan pemboros energi. Karena ulah mereka juga kota-kota besar kekurangan lahan hijau. Akhirnya timbullah banjir, dan musibah lain yang akan merugikan kita sendiri. Dengan pemberian sanksi yang berat kepada mereka, cukup untuk menghentikan tindakan mereka yang sangat merusak kota .Pemborosan energi sangat mudah ditemui di kota-kota besar. Andaikan pemerintah bisa mengefesienkan energi, dengan melakukan penghematan dimana-mana, pasti masalah perkotaan akan teratasi.
Manfaat bila suatu kota ditata dengan perencanaan yang matang itu banyak.
Diantaranya kota terasa lebih nyaman, cocok ditempati, disamping kota tersebut menjadi kota yang hemat akan energi. Artikel ini hanya sebagian kecil menerangkan manfaat penataan kota tersebut.
Sumber :
Nugroho,Iwan. 2011. Boediono:Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi. http://www.detiknews.com/read/2011/10/03/154521/1735674/10/boediono-penataan-kota-yang-baik-kurangi-penggunaan-energi. Diunduh pada tanggal 5 Oktober 2011
Nama : Pulung Priyo
NIM : 21040111130074
Kelompok : 20
Penataan Kota yang Baik Kurangi Penggunaan Energi
Tidak dapat dipungkiri, kehidupan perkotaan banyak menyumbang pengaruh negatif yang cukup besar terhadap perubahan iklim. Karena itu, kota harus ditata dengan baik sehingga dapat mengurangi penggunaan energi yang berlebihan. "Penataan kota yang baik itu akan mengurangi penggunaan energi. Jika tata kotanya demikian rupa sehingga tempat kerja dan tempat tinggal itu begitu jauh maka akan memboroskan energy.
Di dunia ini banyak kota yang terlanjur tidak terencana, tidak terkecuali Jakarta. Menata kota seperti itu sangat rumit. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab masalah yang dihadapi akan semakin menumpuk. "Begitu kita menganggap given maka problemnya akan makin memburuk dan berlipat-lipat dalam waktu beberapa tahun ke depan, jadi memang harus ada upaya jangka pendeknya menata yang sudah terlanjur dan menjaga jangan sampai yang baru-baru itu mengarah pada pola yang lama yang tidak baik.
Perencanaan kota atau urban planning termasuk di dalam perbaikan sarana transportasi dan lokasi industri. Memang ada benarnya istilah global warming start and end in the city. Jadi memang harus kita kelola dengan sebaik-baiknya, karena ini penyebab sekaligus juga penanggung akibatnya. Selain menata kota, borosnya penggunaan energi dapat dikurangi dengan penghematan dan trasformasi teknologi ramah lingkungan. Indonesia kaya dengan variasi energi, namun energi yang baik BBM maupun batu bara belum ramah lingkungan. Gradasi ke arah yang lebih bersih ada tetapi masih lambat. Ke arah gas, ke arah geothermal dan sebagainya.
Berdasarkan artikel di atas dapat di simpulkan apabila penataan suatu kota baik, maka warga yang mempunyai tempat tinggal di kota tersebut tidak akan mengeluarkan energi yang banyak. Semisal seperti kota Jakarta, dengan jumlah penduduk yang padat serta dengan perencanaan pembangunan yang kurang mengakibatkan saat ini Jakarta menjadi kota yang boros energi. Dengan pembangunan Kota Jaakarta yang sudah ada serta padat nya penduduk yang ada, akan sulit untuk menciptakan Kota Jakarta yang hemat energi.
Untuk menjadikan kota Jakarta yang hemat energi bukanlah suatu hal yang mustahil. Dengan suatu sistim perencanaan yang matang serta birokrasi yang transparan dapat mengubah kota Jakarta yang awalnya boros energi menjadi kota yang hemat energi. Hal ini dapat tercipta apabila tidak hanya berkat pemerintah semata melainkan berkat dukungan dari berbagai elemen- elemen yang ada di kota Jakarta.
Nugroho, Iwan. 2011. Penataan Kota yang Baik Kurangi Energi. dalam Detik.com di http://www.detiknews.com/read/2011/10/03/154521/1735674/10/boediono-penataan-kota-yang-baik-kurangi-penggunaan-energi di unduh pada tanggal 5 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar